Angry Birds
00.14 |

Read More

Lirik lagu "LAST CHILD feat GISELLE"

23.29 |

Last Child feat. Giselle - Seluruh Nafas Ini Lyrics lihatlah luka ini yang sakitnya abadi yang terbalut hangatnya bekas pelukmu aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa tentang apa yang harus memisahkan kita saat ku tertatih tanpa kau di sini kau tetap ku nanti demi keyakinan ini jika memang dirimulah tulang rusukku kau akan kembali pada tubuh ini ku akan tua dan mati dalam pelukmu untukmu seluruh nafas ini kita telah lewati rasa yang telah mati bukan hal baru bila kau tinggalkan aku tanpa kita mencari jalan untuk kembali takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku di saatku tertatih (saat ku tertatih) tanpa kau di sini (tanpa kau di sini) kau tetap ku nanti demi keyakinan ini jika memang kau terlahir hanya untukku bawalah hatiku dan lekas kembali ku nikmati rindu yang datang membunuhku untukmu seluruh nafas ini dan ini yang terakhir aku menyakitimu ini yang terakhir aku meninggalkanmu takkan ku sia-siakan hidupmu lagi ini yang terakhir dan ini yang terakhir takkan ku sia-siakan hidupmu lagi jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku) kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali) ku akan tua dan mati dalam pelukmu untukmu seluruh nafas ini jika memang kau terlahir hanya untukku bawalah hatiku dan lekas kembali ku nikmati rindu yang datang membunuhku untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini untukmu seluruh nafas ini
Read More

Resep Makanan Indonesia

23.18 |

Resep Masakan - Resep Tumis Kangkung Bahan-bahan: 2 ikat kangkung 100 gr udang kecil kupas 3 siung bawang putih 4 butir bawang merah diiris tipis 1/2 buah tomat dipotong panjang 2 buah cabai merah dipotong serong 4 sdm air 3 sdm minyak Ebi secukupnya 1/2 sdt gula pasir Garam secukupnya Cara memasak: Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum Tambahkan udang kemudian masak hingga berubah warna Tambahkan cabai Masukkan kangkung, ebi, gula, garam dan air secukupnya. Tambahkan tomat kemudian masak dengan api besar selama 1 menit hingga layu. Angkay dan sajikan ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ Resep Masakan - Resep Sosis Ayam Manis bahan-bahan: * 5 potong sosis ayam/sapi, potong 2 cm * 100 ml minyak goreng * 1 bungkus penyedap rasa * 1/2 bawang bombay, potong dadu * 2 siung bawang putih, cincang * 2 sdm saos tomat * 1 sdm gula pasir * 1/4 sdt lada * 100 ml air * 1 sdt margarine Cara memasang * Goreng sosis hingga merekah (jangan terlalu kering) * Panaskan margarine, tumis bawang putih hingga layu * Tambahkan bawang bombay, tumis hingga matang * Masukkan semua bumbu, air, aduk dan masak hingga mendidih lalu masukkan sosis * Masak sebentar saja (2 menit) angkat. _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ Resep Masakan - Resep Masakan Ketan Ayam Bahan: 500gr Beras ketan, rendam 4 jam 250ml Air panas 500gr Dada ayam fillet, potong dadu kecil 3 sdm margarine 50gr Ebi, goreng kering, haluskan Bumbu ayam: 2 sdm bawang putih goreng, haluskan 2 sdm bawang merah goreng, haluskan 1 sdm kecap asin 1 sdm saus tiram 2 sdm kecap manis 1 sdt lada 1 sdt garam 1 sdm gula pasir 4 siung bawang putih cincang Cara memasak: Kukus ketan selama 20 menit, angkat ketan letakkan dalam wadah. Tambahkan 250ml air panas, 1 sdm margarine Aduk hingga rata lalu kukus kembali selama 30 menit angkat sisihkan Tumis bawang putih cincang dengan 2 sdm margarine hingga harum Masukkan aya, masak hingga berubah warna Masukkan semua bumbu dan ebi Masak hingga matang Sajikan ayam dengan nasi ketan
Read More

Cerita tentang cintA

04.50 |

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Penulis : Inayati


Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumdn rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Read More

kumpulan puisi-puisi cinta

04.35 |

Adakah Engkau Mencintaiku Pengarang: Neela beribu hari ku lalui bersama mu…. namun kau tak pernah peduli kan hadirku…. berjuta masa ku menemani raga mu… namun bathinmu tak pernah ingin kan ku… hingga ambang batas rasa cintaku…. ku langkahkan kaki menjauhi mu…. namun tetap tak kau relakan…. apa yang sebenarnya ada dalam kalbumu??? cinta atau kah sebatas keinginan dan ke egoisan??? ku terdiam sejenak tuk memutuskan… namun cinta ku pada mu tetap berkobar… dan kuputuskan untuk tetap tinggal di dekat mu… hari pun silih berganti… namun kau tetap seperti yang dulu… acuh dan tak peduli pada cintaku… dan hingga batas waktu ini… slalu dan kan slalu kUpertanyakan… ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU <3 _________________________________________ _________________________________________ Aku Hanya Ingin Berada Disampingnya Pengarang: Ageha saat aku bersamanya itu sudah cukup saat dia hanya menatapku itu sudah cukup aku tidak menginginkan cintanya aku tidak menginginkan raganya aku tidak menginginkan rayuan lembutnya aku hanya ingin berada di sampingnya aku hanya ingin melihatnya bahagia walaupun dengan sisa tetes darahku aku memujanya hanya dengan airmata yang kutumpahkan aku menjaganya dengan seluruh jiwaku pun aku mencintainya aku tidak menginginkan kata-katanya aku tidak meginginkan genggaman tangannya aku melupakan semua semua yang ada selain dirinya aku hanya ingin berada di sampingnya ______________________________________________ ______________________________________________ Apa Itu Cinta? Pengarang: Anonim Oh, cinta kau kurindu kau kukejar kau kudamba Suatu saat kau hilang kau pergi lenyap ke dalam sepi Oh, cinta apakah yang kurasa ketika engkah tlah tiada...?
Read More

Info HAri PENDIDIKAN NASIONAL

04.24 |

Info penting! Indonesia raih 11 mendali olimpiade sains di belanda........... Sebanyak 11 pelajar Indonesia sukses menjadi peneliti muda kelas dunia dalam International Conference of Young Scientist (ICYS) ke-19 di Belanda. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, prestasi ini menjadi kebanggaan dan bukti kesuksesan generasi emas Indonesia. Peningkatan kualitas pendidikan penting karena berdampak pada kualitas kehidupan generasi bangsa. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi generasi emas Indonesia, di antaranya modal pengetahuan dan tingginya mobilitas dunia.
Read More

Pantun terindah

04.22 |

KUMPULAN PANTUN-PANTUN


Tingkap papan kayu bersegi,
Sampan sakat di Pulau Angsa;
Indah tampan kerana budi,
Tinggi bangsa kerana bahasa.
===========================
Buah berangan masaknya merah,
Kelekati dalam perahu;
Luka di tangan nampak berdarah,
Luka di hati siapa yang tahu.
=============================
Dari mana punai melayang,
Dari paya turun ke padi;
Dari mana datangnya sayang,
Dari mata turun ke hati.
============================
Pucuk pauh delima batu,
Anak sembilang di tapak tangan;
Tuan jauh di negeri satu,
Hilang di mata di hati jangan.
==================================
Kalau tuan jalan ke hulu,
Carikan saya bunga kemboja;
Kalau tuan mati dahulu,
Nantikan saya di pintu syurga.
=========================
Halia ini tanam-tanaman,
Ke barat juga akan condongnya;
Dunia ini pinjam-pinjaman,
Akhirat juga akan sungguhnya.
==========================
Malam ini merendang jagung,
Malam esok merendang serai;
Malam ini kita berkampung,
Malam esok kita bercerai.
========================
*jalan-jalan ke kota paris
banyak rumah berbaris-baris
biar mati diujung keris
asal dapat dinda yang manis…

*ke cimanggis membeli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
begitu banyak gadis yang singgah
hanya dinda yang memikat hati

*jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati

*darimana datangnya sawah
dari sawah turun ke kali
darimana datangnya cinta
dari mata turun ke hati
============================
Bau-bau jembatan tujuh,,
tempat memungut sebuah lolah,,
kalau adinda udah setujuh,,
tunggulah saya tamat sekolah,,

*Pisang nangka buat kolak
Jambu biji diblendrin
Kalo nona tetep galak,
Lebaran depan ga dimaapin

*menaiki kereta merknya honda
pergi selayang kerumah hanapi
bila cinta mekar di dada
siang terkenang malam termimpi

*anak unta siapa yg punya
menangis iba kehilangan ibu
bila cinta sudah menyapa
rindu mulai membara dikalbu

*mulanya duka kini menjadi lara
teman tiada hanyalah sendu
bila rindu mulai membara
itulah tanda cinta berpadu

*hati berdetik dalam cahaya,
seperti belati menikam dada
Cinta abadi kekal selamanya
Musim berganti tapi wajah takkan lupa
Read More